Ragam
Warga Surakarta dan sekitarnya Ikuti Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Dilepas Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo
Warga Surakarta dan sekitarnya Ikuti Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Dilepas Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo
Puncak acara Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta 2026 telah sukses digelar pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. Rangkaian Acara19–25 Agustus 2026: Dimulai dengan prosesi Miyos Gangsa dan penabuhan gamelan pusaka Sekaten secara bergantian di Masjid Agung Surakarta. Dan pada 26 Agustus 2026 dilakukan Puncak Hajad Dalem Grebeg Maulud berupa Kirab Gunungan berisi hasil bumi (seperti Gunungan Jaler dan Estri) dibawa dari area Keraton Kasunanan Surakarta menuju halaman Masjid Agung Surakarta.
Prosesi Kirab Gunungan yang meriah dan diperebutkan (direbut) oleh warga serta abdi dalem sebagai simbol rasa syukur, dan Grebeg Maulud 1960 BE/ 2026 hari ini, Rabu (26/8/2026) dilepas oleh Sinuwun Pakubuwono XIV Purboyo. Yaitu empat pasang gunungan yang dikirab menuju Masjid Agung.
Gunungan jaler berisi hasil bumi seperti kacang panjang, terong, cabai merah, wortel, timun, tebu, hingga telur asin. Sedangkan gunungan estri berisi makanan siap saji berupa rengginang. Suasana riuh terjadi di halaman Masjid Agung.
Rombongan Kirab Agung bergerak dari Kori Kamandungan Keraton Solo menuju titik akhir di Masjid Agung. Setibanya di halaman masjid, doa mulai dipanjatkan. warga rela menunggu waktu hingga usai gunungan di doakan kemudian memperebutkan gunungan jaler hingga tak tersisa.
Gunungan estri dari PB XIV Purboyo berhasil dibawa oleh para abdi dalem kembali masuk ke dalam area keraton. Gunungan estri tersebut kemudian diperebutkan di halaman Keraton.
Pangarso Kusumo Hondrowino Nusantara (KHN) Jakarta, KP Mulyatno Prawirodiningrat SH. MH menjelaskan bahwa Grebeg Maulud merupakan wujud syukur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada warga masyarakat, dan abdi dalem dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Semoga masyarakat keraton, abdi dalem, dan semuanya bisa meneladani Nabi Agung Muhammad SAW,” katanya.
Acara ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Sekaten untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini mencerminkan akulturasi budaya Jawa dan nilai-nilai keislaman yang kuat, serta Keraton mempersembahkan hasil bumi dan makanan yang disusun dalam bentuk Gunungan (Gunungan Jaler dan Estri). Proses ini melambangkan rasa syukur atas kemakmuran dan hasil bumi, sekaligus wujud Kedermawanan Raja Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo yang dibagikan kepada masyarakat.
usai kirab gunungan grebeg mulud, Abah Arsa asal Tangerang, Banten berbagi rejeki kepada 1.000 abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. (Red)