Ragam
PAPARKAN INTERNALISASI NILAI GIZI DALAM AL-QUR’AN, KAJIAN TAFSIR TEMATIK UNTUK PENGUATAN LITERASI KESEHATAN GIZI MASYARAKAT, KATHUR SUNARDI RAIH GELAR DOKTOR DARI UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA
PAPARKAN INTERNALISASI NILAI GIZI DALAM AL-QUR’AN, KAJIAN TAFSIR TEMATIK UNTUK PENGUATAN LITERASI KESEHATAN GIZI MASYARAKAT, KATHUR SUNARDI RAIH GELAR DOKTOR DARI UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA
Dalam ujian yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Sidang Terbuka Guna Memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, yang diselenggarakan pada Selasa 18 Agustus 2026, mahasiswa program Pascasarjana S3 UID, Kathur Sunardi dengan nomor induk mahasiswa 5320002, akhirnya berhasil meraih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dan menjadi lulusan yang ke 96.
Promovendus Kathur Sunardi diuji diuji oleh Tim Penguji yaitu, Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), anggota Prof. Dr. Andriyani, M.Ag, M.K.M (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Syahrullah, M.Pd.I (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Attabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta).
Kathur Suhardi dengan Desertasi Internalisasi Nilai Gizi dalam Al-Quran: Kajian Tafsir Tematik Untuk Penguatan Literasi Kesehatan Gizi Masyarakat, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep gizi berdasarkan kajian tafsir tematik (maudhi) terhadap ayat-ayat Al-Our’an, kedua mengidentifikasi nilai-nilai dalam ayat tematik yang relevan bagi penguatan literasi kesehatan gizi masyarakat Muslim: dan ketiga merumuskan model konseptual internalisasi nilai gizi melalui Pendidikan Agama Islam (PAI).
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik. Data dikumpulkan melalui inventarisasi ayat-ayat Al-Our’an yang berkaitan dengan makanan, minuman, sumber pangan, kesehatan, dan pola konsumsi, kemudian dianalisis berdasarkan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer serta diintegrasikan dengan konsep gizi modern. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, kajian tafsir tematik menghasilkan konsep gizi Qur’ani yang bersifat komprehensif dengan memadukan dimensi spiritual, kesehatan, moral, dan sosial. Konsep tersebut meliputi perintah mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib, menjaga kebersihan dan keamanan pangan, menerapkan keseimbangan dan moderasi konsumsi, memanfaatkan keberagaman sumber pangan, serta memelihara kesehatan sebagai amanah Allah SWT. Kedua, ditemukan tujuh nilai utama, yaitu tauhid, pemeliharaan kesehatan (hifzh al-nafs), moderasi (wasathiyah), tanggung jawab, rasionalitas dan literasi, kebersihan dan keamanan pangan, serta keseimbangan nutrisi.
Nilai-nilai tersebut relevan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam memperoleh, memahami, menilai, dan menerapkan informasi gizi berdasarkan ajaran Islam dan ilmu kesehatan. Ketiga, penelitian ini menghasilkan model konseptual internalisasi nilai gizi melalui Pendidikan Agama Islam yang mencakup tiga tahapan, yaitu transformasi nilai (knowing), transaksi nilai (feeling), dan transinternalisasi nilai (doing). Ketiga tahapan tersebut diarahkan pada penguatan empat dimensi literasi kesehatan gizi, yaitu literasi fungsional, interaktif, kritis, dan spiritual. Model ini menempatkan PAI sebagai media integrasi nilai Qur’ani dan pengetahuan gizi modern sehingga pengetahuan gizi dapat dihayati dan diwujudkan dalam perilaku konsumsi sehat. Dengan demikian, model yang dihasilkan bnwberkontribusi terhadap pembentukan masyarakat Muslim yang sadar gizi, mampu mengambil keputusan kesehatan secara tepat, dan memandang pemeliharaan kesehatan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt. Kata Kunci: tafsir tematik, gizi dalam Al-Qur’an, internalisasi nilai, literasi kesehatan gizi, Pendidikan Agama Islam.
Usai sidang Doktor, Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr Dede Rosyada MA mengapresiasi Karya penelitian Dr Kathur Suhardi dimana literasi gizi berdasarkan Al-Quran bahwa harus makan yang halal dan bergizi, literasi gizi bisa masuk dalam pendidikan non formal dan formal. Hal ini bisa difahami oleh masyarakat, Islam menyuruh orang makanan bergizi, jika masyarakat tidak bisa memenuhi makanan bergizi maka pemerintah harus hadir seperti adanya program MBG, ungkapnya. (Red)